Masuk

Ingat Saya

Perjuangan Pemuda Dari Masa ke Masa

27-28 oktober 1928 para pemuda berkumpul, bersatu, dan mengikrarkan sumpah yang sama “Sumpah Pemuda”. Sebuah sumpah yang menyatakan pemuda dari seluruh Indonesia apapun asal daerahnya, apapun sukunya, atau apapun bahasa bahasa asal mereka mengakui bahwa mereka adalah satu tanah, satu bangsa, satu bahasa. INDONESIA. Kini, setelah hampir 87 tahun setelah sumpah tersebut diikrarkan oleh para pendahulu kita, masihkah sumpah itu bersemayam dan menjadi landasan kepribadian kita dalam membangun Indonesia tercinta? Ataukah kita telah terpengaruh oleh paham-paham asing yang membuat kita semakin jauh dari semangat sumpah pemuda itu?

21 mei 1998, setelah selama berhari-hari para elemen mahasiswa beserta rakyat mendesak Soeharta yang saat itu menjabat sebagai presdien untuk mundur karena sudah dianggap tidak mampu lagi memgatasi krisis ekonomi yang mulai menjalar ke berbagai bidang dan mengakibatkan terjadinya krisis multi dimensional. Kini setelah 17 tahun reformasi masihkah kita, para pemuda Indonesia masih peduli dengan keadaan negera kita yang kian hari makin digerogoti oleh “Tikus-Tikus Berdasi”? Ataukah tanpa sadar, kita malah dapat komisi-komisi yang membuat kita engan untuk berteriak menyuarakan penderitaan rakyat?

28 Oktober 2015, 87 tahun setelah pembacaan Sumpah pemuda yang pertama, keadaan bangsa ini boleh dikatakan tidak berkembang terlalu jauh setelah merdeka. Rakyat Indonesia masih dijajah, bukan hanya oleh bangsa asing tapi oleh bangsa kita sendiri. Tidak hanya dijajah secara fisik tapi secara mental dan ekonomi bangsa ini masih menjadi bulan-bulanan negara lain. Masihkah kita sebagai pemuda tetap berpangku tangan?

Kita para pemuda bagaikan “kerikil-kerikil” yang diperlukan untuk membuat jalan yang nantinya akan digunakan oleh bangsa ini, oleh generasi selanjutnya menuju Indonesia yang lebuh baik. Tapi Bagaimana kah caranya? Untuk mencapai Indonesia yang lebih baik, sudah sepatutnya kita menanamkan jiwa-jiwa patriotisme pancasila yang nantinya digunakan untuk menangkal paham-paham radikalisme dari luar, serta mengunakan pancasila sebagai jalan hidup yang damai bagi semua elemen masyarakat. Karena hanya dengan pancasila, yang merupakan esensi dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang dapat menjauhkan kita dari intoleransi yang akhir-akhir ini mengerogoti kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Semoga dengan semangat pancasila dan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” kita para pemuda dan seluruh elemen masyarakat lainnya dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di depan Negara-negara lainnya. Aamiin…

C360_2013-04-13-11-06-10_org-1

Salam dari Bumi Anging Mammiri berhembus
#DamaiDalamSumpahPemuda

Dengan